Anda Penggemar Bebek, Hati-hati Terkena Flu

Tadi siang saya iseng-iseng saja buka VIVAnews.com, memantau bagaimana perkembangan sekitar saat ini (eh,. siapa sih? “mementau..”). Dan ada satu berita yang membuat saya senyum-senyum sendiri dan memutuskan untuk sekedar menulis artikel “Anda penggemar bebek, hati-hati terkena flu” ini.

donald, flu,Sebenarnya tidak ada hal khusus yang saya ingin sampaikan disini, hanya sekedar mencurahkan isi kepala saya yang dibuat sedikit “lucu” dengan kasus-kasus yang menimpa planet kita saat ini. Sejak Oktober 2003 s/d Februari 2005 Indonesia di buat resah dengan mewabahnya flu yang mematikan lebih dari 14,7 ayam dan mulai menyebar ke manusia sejak bulan Juli Tahun 2005 hingga 12 April 2006 dan telah ditemukan 479 kasus kumulatif yang dicurigai sebagai flu ini. Flu ini merupakan infeksi oleh virus influenza A Subtipe H5N1 ( H = hemagglutinin; N = Neuraminidase ) atau yang lebih dikenal dengan sebutan flu burung.

Setelah itu, pandemi galur virus influensa baru yang diidentifikasi pada bulan April 2009, diperkirakan sebagai mutasi empat galur virus influensa A subtipe H1N1: dua endemik pada manusia, satu endemik pada burung, dan dua endemik pada babi, dan lebih dikenal juga dengan sapaan flu babi. WHO secara resmi menyatakan wabah ini sebagai pandemi pada 11 Juni 2009, namun menekankan bahwa pernyataan ini adalah karena penyebaran global virus ini, bukan karena tingkat bahayanya.

Dan hari ini, seperti yang dituliskan di vivanews.com, dilaporkan, sekitar 4,4 juta ekor bebek di provinsi Fujian, Shandong, dan Zhejiang, kawasan yang menjadi pusat peternakan bebek di China mengalami penyakit misterius tersebut. Penyakit kemudian melanda setidaknya 6 provinsi lain dan kawasan terpencil di sekitar Beijing. Akhirnya, para peneliti berhasil mengisolasi flavavirus agresif varian baru. Virus itu serupa dengan penyebab demam kuning dan dengue. Namun, ini untuk pertamakalinya virus tersebut ditemukan pada bebek.

Memang dunia sekarang sudah semakin maju, termasuk dalam bidang penyakit. Kita berharap saja agar selanjutnya tidak akan muncul lagi flu kucing, flu ikan, flu sapi, dan flu-flu yang lainnya. Apalagi sampai menyebar ke manusia. Flu manusia saja sudah susah, apalgi ditambah dengan flu hewan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s