Hari Valentine Menurut Pandangan Islam

hari valentine,valentine's day, sejarah valentine,Anda pastinya telah mengetahui apa dan bagaimana sejarah hari valentine itu bukan?? Kalau belum, silahkan baca “Sejarah Hari Valentine” sebelum anda melanjutkan membaca bagaimana hari valentine menurut pandangan islam yang kita jadikan sebagai landasan hidup kita.

Jika anda sudah membaca bagaimana sejarah hari valentine itu, anda pastinya sudah mengambil satu kesimpulan bahwa perayaan hari valentine (velntine’s day) yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang bukan berasal dari kebudayaan islam. Tidak ada satu sejarahpun yang mengatakan keterlibatan islam dalam hal ini. Lalu apa konsekuesinya jika ada orang islam yang ikut-ikutan merayakan hari valentine.?? Allah swt. berfirman dalam al-Quran:

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).(Al-al an’am: 116)

Mungkin ada sebagian orang yang menyangkalnya, ‘tapi kan kasih sayang itu penting, kan hanya sebatas memberi kado/hadiah, kan selagi tidak melakukan hal-hal yang diharamkan sah-sah saja’, dan banyak lagi penyangkalan-penyangkalan lainnya yang dilontarkan untuk men-sahkan perayaan hari kasih sayang ini yang notabene kebanyakan dilakukan oleh kaum muslimin. Karena rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

Dari sini nampaklah bahwa tidak ada alasan kita untuk ikut-ikutan merayakan hari valentine, karena sejarah hari valentine yang sudah saya jelaskan sebelumnya bukan berasal dari kebudayaan islam melaikan berasal dari bangsa Romawi Kuno dan Nasrani. Artinya, jika kita ikut merayakannya berarti kita termasuk golongan tersebut.

Selain itu beberapa hal penting lainnya yang harus dipahami oleh kaum muslimin tentang hari valentine ini terutama menururut kacamata islam, yang seharusnya kita jadikan sebagai pandangan/panduan hidup.

1. Prinsip Dasar

Hari valentine merupakan suatuperayaan yang didasarkan kapada perjamuan “supercalis” bangsa romawi kuno, dan setelah mereka masuk agama nasrani perayaan ini berubah menjadi “acara keagamaan” yang dikaitkan dengan kematian st.valentine.

2. Sumber

Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari pemikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah, berpegang pada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam (Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

3. Tujuan

Tujuannya untuk mencinta dan mengungkapkan rasa kasih sayang itu baik. Namun bukan hanya beberapa saat dan sehari dalam satu tahun seperti yang dilakukan dengan hari valentine. Dan bukan pula kita harus berkiblat pada perayaan ini yang seolah-olah meninggikan ajaran islam dengan kata kasih sayang. Karena islam memang memerintahkan umatnya untuk saling berkasih sayang dan mejalin hubungan persaudaraan yang abadi (jadi bukan hanya sehari) dengan sesama. Bahkan Rasulullah saw bersabda : “Tidaklah beriman seorang diantara kamu sebelum ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”

Sungguh luar biasa tuntunan islam tentang cinta dan kasih sayang..

4. Operasional

Pada umumnya perayaan hari valentine dilakukan dengan pesta dan hura-hura. Padahal allah telah berfirman:

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Al-Isra: 27)

“…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Al-Anfal: 63)

Jelaslah sudah.. apapun alasannya kita tidak dapat menerima kebudayaan ini yang nyata-nyata bertentangan dengan akidah islam, termasuk alasan toleransi dan setia kawan. Karena jika bicara toleransi, islamlah yang paling toleransi dimuka bumi.

 

Perenungan

Sudah berapa jauhkah kita mengikuti dan memuja-muja hari valentine (Valentine Day) ? Sudah semestinya kita menyadari saat ini, agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula diwarnai dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan ‘alternatif’ terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.

Perhatikanlah Firman Allah :

“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya. Dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan khirat.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s